Minggu, 29 Mei 2016

Makan Ikan Itu Sehat


Solo, Pinky Donuts - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencarkan  gerakan makan ikan (Gemarikan) untuk atasi mahasalah gizi Indonesia. Belakangan ini, KKP sedang gencar – gencarnya melakukan kampanye yang bertajuk Gemarikan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang mendukung, dikutip dari situs katadata.co.id Riset Kesehatan Dasar yang dirilis oleh KKP menunjukkan terjadi kenaikan angka balita yang menderita gizi buruk pada 2013 menjadi 5,7 persen dari sebelumnya 4,9 persen pada 2010. Selain itu juga terjadi kenaikan angka balita dengan tinggi kurang atau stunting  dari 17,19 persen pada 2010 menjadi 19,2 persen pada 2013.

Untuk menanggulangi hal tersebut, salah satu solusinya adalah menggerakan masyarakat untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan. Hal ini dikarenakan selain ikan memiliki kandungan gizi tinggi, kaya lemak esensial omega 3 yang bermanfaat menjaga kolesterol dan jantung juga harganya terbilang lebih murah dibanding daging ayam maupun sapi. Dan yang paling terpenting Indonesia merupakan sumber perikanan dunia.

Oleh sebab itu, sebagai warga negara Inonesia yang tinggal di negara agraris kita juga turut serta berfokus pada hal tersebut dengan menggerakan hashtag #MakanIkanItuSehat selain bertujuan untuk  mengurangi angka gizi buruk di Indonesianya tentunya hal ini membantu peningkatan taraf hidup nelayan. Yuk mulai sekarang gemar makan ikan, karena makan ikan itu sehat!

Sabtu, 28 Mei 2016

Menghargai kehidupan lewat film Colorful



Synopsis
"I" died and was kicked out of the cycle of reincarnation because of the sin "I" committed. An angel told me that "I" won a lottery and he gave me a chance to remember the sin. My spirit possessed the body of the 14-year-old boy Makoto, who committed suicide and "I" tried to recollect my memory. "I" felt distressed by the terrible circumstances of Makoto and the fact that "I" was borrowing his body. "I" have started to realize that people are hurting each other because the world is too colorful to distinguish the true color of themselves from others.

Information
Type                          : Movie
Episodes                     : 1
Status                         : Finished Airing
Aired                          : Aug 21, 2010
Producers                   : Aniplex, Sony Music Entertainment
Licensors                    : Sentai Filmworks
Studios                       : Sunrise, Ascension
Source                        : Novel
Genres                       : Drama, Slice of Life, Supernatural
Duration                     : 2 hr. 7 min.
Rating                        : PG-13 - Teens 13 or older

Apakah tujuan kita hidup sebenarnya? Apakah hidup ini penting ? Hanya kita dan orang orang terdekat kita yang dapat menjawabnya, tetapi yang paling mengerti hanyalah diri kita sendiri.


Colorful, film anime yang menceritakan tentang warna-warni kehidupan, film ini diangkat dari novel karangan Mori Eto, walupun sudah terbit pada tahun 2010 lalu, namun tidak ada salahnya menonton film yang sarat akan makna hidup ini. Walupun hanya film animasi namun cerita yang di ambil sangatlah kompleks tentang kehidupan dan kematian tetapi dikemas secara apik dan sederhana layaknya cerita animasi yang mudah dipahami. Gambar yang ditampilkan tidak semeriah seperti film anime pada umumnya namun dibuat senyata mungkin sehingga penonton dapat merasakan kehidupan nyata di jepang.
Film ini bercerita tentang roh yang akan menuju tahap kehidupan selanjutnya namun mendapat tiket untuk memperbaiki nasibnya untuk bereinkarnasi, dengan syarat dia harus mengingat dosa apa yang telah dia lakukan semasa hidup, dengan tenggang waktu tertentu. Walaupun dia merasa dunia bukan tempatnya lagi namu dia harus melakukannya agar tidak dicabut dalam siklus reinkarnasi. Roh tersebut masuk kedalam tubuh anak bernama Kobayashi Makoto, kelas 3 SMP yang baru saja bunuh diri, Makoto adalah seorang anak penyendiri tanpa teman, sering di-bully di sekolah, prestasi sekolahnya rendah, tapi memiliki bakat melukis yang sangat baik.


Awalnya roh itu tidak senang dengan orang-orang di sekitar Makoto, ayah seorang karyawan yang selalu sibuk bekerja, ibu yang bosan menjadi ibu rumah tangga dan, kakak yang meremehkan adikknya. Tapi hidup kembalinya Makoto membuat kebekuan hubungan antar anggota keluarga mencair. Secara tidak langsung kehadiran Makoto kembali memberikan arti positif bagi hubungan keluarga tersebut. Mulai merasa hidupnya sebagai Makoto terasa lebih menyenangkan. Lalu, apakah yang harus dilakukan ketika tenggat waktu hidupnya sebagai Makoto berakhir? Lalu  Dosa apakah yang diperbuat selama hidupnya? Langsung tonton sendiri saja kelanjutanya dijamin tidak akan menyesal.
Dalam cerita ini dapat diambil pelajaran bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan serta terjerumus dalam jalan  yang salah, yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita mau bangkit dan memperbaiki kesalahan kita? Orang- orang di sekitar kita pasti pernah melakukan kesalahan tapi apakah kita mampu untuk memaafkan dan memperbaiki hubungan yang telah rusak? Dan yang paling penting adalah kita harus menghargai hidup kita sendiri.


Jumat, 27 Mei 2016

Menikmati makanan khas Ternate : Sashimi Rasa Indonesia



Makan ikan mentah? Duh, mungkin bagi masyarakat di Indonesia harus tersebut merupakan sesuatu yang tidak biasa seperti di Jepang. Di Jepang, terdapat makanan yang bernama sashimi yaitu makanan laut yang disantap segar dalam keadaan mentah bersama penyedap lainnya. Kebayang gak sih gimana rasanya? Eitss jangan salah, ternyata Indonesia  pun memiliki makanan serupa yang terbuat dari daging ikan mentah juga. Penasaran apa makanannya? Yak, Gohu Ikan! Gohu Ikan merupakan makanan khas dari Ternate yang terbuat dari bahan dasar Ikan Tuna atau Cakalang mentah. Hal ini wajar-wajar saja lho di sana, mengingat posisi geografis Ternate yang berada lebih dekat ke Sulawesi Utara namun masih menjadi satu wilayah dengan Maluku Utara.

Gohu Ikan yang juga sering disebut sebagai Sashimi-nya Ternate ini cara masaknya ternyata mudah  lho. Cukup dengan memotong dadu ikan tuna dan cakalang, dicuci dan dilumuri garam lalu diberi perasan lemon. Setelah itu, campurkan daun kemangi ke dalam adonan tadi, diamkan selama beberapa saat. Sambil menunggu bumbu meresap, siapkan juga bawang merah yang sudah dipotong dan cabe rawit yang ditumis dengan sedikit minyak kelapa. Setelah aromanya muncul, siramkan tumisan minyak ini ke dalam adonan ikan yang sudah didiamkan beberapa saat, kemudian Gohu Ikan pun siap untuk disantap! Membayangkannya saja sudah bikin perut berteriak.

Takut amis? Tenang saja, menurut juru masak yang sudah lihai memasak makanan ini, aroma amis akan hilang sendirinya ketika daging ikan diberi perasan lemon dan garam. Tidak hanya itu, Gohu Ikan ini juga menyehatkan karena tidak menggunakan bahan - bahan pengawet sama sekali. Harganya pun terjangkau dan rasanya luar biasa. Jadi semakin yakin untuk mencoba menyantap makan ini kan?

Selasa, 02 Desember 2014

Aljabar Relasional


Aljabar relasional adalah sebuah bahasa query prosedural yang terdiri dari sekumpulan operasi dimana masukkannya adalah satu atau dua relasi dan keluarannya adalah sebuah relasi baru sebagai hasil dari operasi tersebut. Operasi-operasi dasar dalam aljabar relasional adalah : select, project, union, set difference, dan cartesian product. Disamping operasi-operasi dasar terdapat beberapa operasi tambahan seperti set intersection, natural join, division dan theta join.
Operasi-operasi Dasar
Select
Operasi select berfungsi untuk menyeleksi tuple-tuple yang memenuhi predikat yang diberikan dari sebuah tabel relasi. Simbol sigma “σ” digunakan untuk menunjukkan operasi select. Predikat muncul sebagai subscript dari σ dan kondisi yang diinginkan yang ditulis dalam predikat. Argumen diberikan dalam tanda kurung yang mengikuti σ dan berisi tabel relasi yang dimaksud.
Contoh penggunaan operasi select :
σNPM = 10296832(NILAI)
Perintah diatas berarti memilih tupel-tupel dari tabel NILAI yang memiliki atribut NPM bernilai 10296832. Hasil dari operasi diatas adalah :
10296832KK0216075
10296832KD1324030

Project
Operasi project berfungsi untuk memilih nilai atribut-atribut tertentu saja dari sebuah tabel relasi. Simbol phi “Π” digunakan untuk menunjukkan operasi project. Predikat muncul sebagai subscript dari Π dan hanya nama atribut yang diinginkan yang ditulis dalam predikat. Argumen diberikan dalam tanda kurung yang mengikuti Π dan berisi tabel relasi yang dimaksud.
Contoh penggunaan operasi project :
Π KDMK,SKS(MKUL)
Perintah diatas berarti memilih nilai atribut KDMK dan SKS dari tabel MKUL. Hasil dari operasi diatas adalah :
KK0212
KD1323
KU1222

Union
Operasi union berfungsi untuk mendapatkan gabungan nilai atribut dari sebuah tabel relasi dengan nilai atribut dari tabel relasi lainnya. Simbol “∪” digunakan untuk menunjukkan operasi union. Operasi union bernilai benar bila terpenuhi 2 kondisi, yaitu : Derajat dari 2 tabel relasi yang dioperasikan harus sama dan domain dari atribut yang dioperasikan juga harus sama.
Contoh penggunaan operasi union :
Misalkan terdapat 2 tabel relasi bernama ASLABSI dan ASLABTI seperti dibawah :
ASLABSI
NPMNamaKelas
10107591Eko Putra3KA07
10107971Keque Irfan3KA07
18108012Riza Rulham3KA07
ASLABTI
NPMNamaKelas
11107891M. Ali Nurdin3KA07
18108012Riza Rulham3KA07
11107611Soli Kurniawan3KA07
dan dari 2 tabel relasi diatas dilakukan operasi union sebagai berikut :
Π Nama(ASLABSI) ∪ Π Nama(ASLABTI)
Perintah diatas berarti menggabungkan hasil dari operasi project terhadap tabel ASLABSI dengan hasil dari operasi project terhadap tabel ASLABTI. Hasil dari operasi diatas adalah :
Eko Putra
Keque Irfan
M. Ali Nurdin
Riza Rulham
Soli Kurniawan
Perhatikan bahwa nama Riza Rulham hanya muncul sekali pada hasil operasi, ini karena relasi adalah set sehingga nilai duplikat dihilangkan.
Set Difference
Operasi set difference berfungsi untuk mendapatkan nilai yang ada dalam sebuah tabel relasi, tapi tidak ada dalam tabel relasi lainnya. Simbol “-“ digunakan untuk menunjukkan operasi set difference.
Contoh penggunaan operasi set difference :
Π Nama(ASLABSI) – Π Nama(ASLABTI)
Perintah diatas berarti mendapatkan nilai atribut Nama yang terdapat di tabel ASLABSI, tapi tidak terdapat di tabel ASLABTI. Hasil dari operasi diatas adalah :
Eko Putra
Keque Irfan

Cartesian Product
Operasi cartesian product berfungsi untuk mengkombinasikan informasi yang ada dalam 2 tabel relasi dan menghasilkan sebuah tabel relasi yang baru. Simbol “x“ digunakan untuk menunjukkan operasi set difference.
Contoh penggunaan operasi cartesian product :
ASLABTI x MKUL ⟹ tabel relasi baru
Perintah diatas berarti mengkombinasikan seluruh tupel yang ada pada tabel ASLABTI dengan tabel MKUL. Hasil dari operasi diatas adalah :
11107891M. Ali Nurdin3KA07KK021P. Basis Data2
11107891M. Ali Nurdin3KA07KD132SIM3
11107891M. Ali Nurdin3KA07KU122Pancasila2
18108012Riza Rulham3KA07KK021P. Basis Data2
18108012Riza Rulham3KA07KD132SIM3
18108012Riza Rulham3KA07KU122Pancasila2
11107611Soli Kurniawan3KA07KK021P. Basis Data2
11107611Soli Kurniawan3KA07KD132SIM3
11107611Soli Kurniawan3KA07KU122Pancasila2

Operasi-operasi Tambahan
Set Intersection
Operasi set intersection berfungsi untuk mendapatkan nilai yang ada dalam sebuah tabel relasi dan juga ada dalam tabel relasi lainnya. Simbol “∩“ digunakan untuk menunjukkan operasi set intersection.
Contoh penggunaan operasi set intersection :
Π Nama(ASLABSI) ∩ Π Nama(ASLABTI)
Perintah diatas berarti mendapatkan nilai atribut Nama yang terdapat di tabel ASLABSI dan juga terdapat di tabel ASLABTI. Hasil dari operasi diatas adalah :
Riza Rulham

Natural Join
Operasi natural join memungkinkan kita untuk menggabungkan operasi select dan cartesian product menjadi hanya 1 operasi saja. Simbol “⋈“ digunakan untuk menunjukkan operasi natural join. Operasi natural join hanya menghasilkan tupel yang mempunyai nilai yang sama pada 2 atribut yang bernama sama pada 2 tabel relasi yang berbeda.
Contoh penggunaan operasi natural join :
Π NPM,KDMK,MID(MHS ⋈ NILAI)
Perintah diatas berarti mendapatkan nilai dari operasi project dengan predikat NPM, KDMK, dan MID dan argumen hasil dari operasi natural join antara tabel MHS dengan tabel NILAI. Hasil dari operasi diatas adalah :
10296832KK02160
10296832KD13240
10296126KD13270
31296500KK02155
41296525KU12290
50096487KD13280
21196353KU12275

Division
Operasi division berfungsi untuk query yang memasukkan frase “untuk semua/seluruh”. Simbol “÷“ digunakan untuk menunjukkan operasi division.
Contoh penggunaan operasi division :
Misalkan terdapat 3 tabel relasi bernama ACCOUNT, BRANCH, dan DEPOSITOR seperti dibawah :
acc
dan dari 3 tabel relasi diatas dilakukan operasi division sebagai berikut :
Π customer-name,branch-name(DEPOSITOR ⋈ ACCOUNT) ÷ Π branch-namebranch-city=”Brooklyn”(BRANCH))
Dengan asumsi operasi project awal adalah relasi r1 dan akhir adalah r2, perintah diatas berarti mendapatkan nama pelanggan yang muncul pada hasil relasi r2 untuk semua nama cabang hasil relasi r1. Hasil dari operasi diatas adalah :
Johnson

Theta Join
Operasi theta join berfungsi jika kita ingin mengkombinasikan tupel dari 2 tabel relasi dimana kondisi dari kombinasi tersebut tidak hanya kesamaan nilai dari 2 atribut bernama sama, tetapi kondisi yang diinginkan juga bisa menggunakan operator relasional (≤, <, =, >, ≥). Operasi theta join merupakan ekstensi dari natural join.
Referensi :
- Database System Concepts Silberschatz-Korth-Sudarshan, McGraw Hill, Fourth Edition, 2002

Selasa, 18 November 2014

CURSOR in DATABASE

Blok PL/SQL tidak memungkinkan untuk menangani query dengan keluaran lebih dari satu baris(record) karena variabel penampungnya harus mempunyai sebuah nilai. Karena itu, diperlukan sebuah cursor untuk menampung semua kondisi dari keluaran sebuah query. Cursor merupakan suatu variabel yang digunakan untuk menampung  hasil query yang terdiri atas lebih dari satu row atau record. Cursor dapat diilustrasikan sebagai penampung sekaligus pointer atas hasil eksekusi query. Pada dasarnya perintah “SELECT ..” pada PL/SQL merupakan sebuah cursor. Terdapat dua macam cursor, yaitu: cursor implisit dan cursor eksplisit.

Cursor Implisit
Merupakan perintah SELECT statement dengan klausa INTO yang terdapat di dalam blok PL/SQL dan harus menghasilkan satu baris record. Jika hasil cursor implisit ini lebih dari satu baris atau tidak menghasilkan satu baris pun, maka Oracle akan mengeluarkan pesan kesalahan. Klausa into pada cursor implisit dipakai untuk menugaskan nilai hasil proses select ke dalam variabel-variabel yang dipilih.
Contoh :

declare
      mhs_rec mahasiswa%rowtype;
      nim_nya mahasiswa.nim%type;
begin
      nim_nya := '30108001';
      select nim, nama, alamat into mhs_rec
      from nahasiswa
      where nim = nim_nya;
      ...
end;

Jika nilai nim sama dengan 30108001 dipenuhi maka hasil proses select menghasilkan satu baris, sedangkan jika nilai nim_nya diganti dengan nilai lain dimana nilai tersebut tidak akan menghasilkan satu baris pun, maka Oracle akan mengeluarkan pesan kesalahan. Demikian pula jika klausa where pada cursor di atas dihilangkan sementara di dalam tabel proyek terdapat lebih dari satu baris, maka cursor tersebut tidak dapat menampung semua baris yang diterima. Hal ini akan menimbulkan error “exact fetch returns more than requested number of rows”.

Cursor Eksplisit

Tidak seperti cursor implisit, cursor eksplisit harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Terdapat empat tahapan penggunaan cursor eksplisit ini yaitu: declare, open, fetch dan terakhir adalah close.

Statement declare:
CURSOR nama_cursor IS query


Merupakan deklarasi nama cursor dan definisi struktur query yang akan dilakukan di dalamnya.

Contoh:
DECLARE
CURSOR CUR1 IS
SELECT nim, nama, alamat
FROM mahasiswa
.. .. ..



Statement open
OPEN nama_cursor;

Sebelum suatu cursor dapat digunakan, cursor harus dibuka terlebih dahulu.

Contoh:
OPEN CUR1;


Statement fetch
FETCH nama_cursor INTO <variable1,variable2,..>;



Fetch merupakan perintah untuk mengambil isi cursor, dimana isi dari cursor tersebut adalah hasil query yang telah dideklarasikan pada statement deklarasi cursor. Dan tiap-tiap field hasil query tersebut kemudian ditampung dalam variable-variable yang tipe datanya sesuai dengan tipe-tipe kolom query pada statemen deklarasi. Fetch ini dilakukan untuk tiap-tiap baris.

Contoh:
FETCH CUR1 INTO v_nim, v_nama, v_alamat;



Statement close
CLOSE nama_cursor;


Setelah pemrosesan query selesai, cursor harus ditutup dengan satatemen CLOSE ini. Berikut ini adalah atribut-atribut untuk mendapatkan status cursor. Setiap atribut dalam penggunaannya harus didahului dengan nama cursor.


Cursor  FOR LOOP

Ada sebuah cara untuk mengambil isi cursor secara otomatis, yaitu dengan struktur pengulangan FOR LOOP.
Disebut otomatis karena
·   tidak perlu proses pembukaan cursor ( OPEN )
·   memanipulasi proses pengambilan cursor ( FETCH )
·   tidak perlu penutupan cursor ( CLOSE )
·   variabel indeks yang digunakan dalam struktur pengulangan  FOR_LOOP tidak perlu dideklarasikan terlebih dahulu

Sintaks:
DECLARE
CURSOR nama_cursor IS ekspresi-query

BEGIN
      FOR nama_record IN nama_cursor LOOP
      -- nama_record tidak perlu dideklarasikan
...
END LOOP
END;



Contoh:
DECLARE
CURSOR cur1 IS select nama from mahasiswa;

BEGIN
      FOR rec IN cur1 LOOP
            dbms_output.put_line(rec.nama);
END LOOP
END;



Nama record yang didefinisikan sesudah for merupakan pendeklarasian yang hanya internal di dalam loop, dan ruang lingkupnya bersifat internal sampai loop berhenti. Sebenarnya di dalam loop for, cursor tidak harus dideklarasikan terlebih dahulu.


Source :
http://dianayun30207013.blogspot.com/2011/01/cursor.html

PL/SQL

Karena pada SQL tidak mendukung pemrograman secara prosedural, maka dikembangkanlah PL/SQL. PL merupakan kependekan dari Procedural Language.

Variabel dan Tipe Data
Deklarasi Variabel dan Tipe Data
Bagian deklarasi variabel di antara kata kunci DECLARE dan BEGIN. Penamaan variabel tidal bersifat case sensitive. Tipe data variabel dapat berupa salah satu tipe data databaseOracle atau tipe data built in PL/SQL.
Sintaks:
Identifier typedata [(presisi, skala)] [NOT NULL] [:=iekspresi];
Dimana ekspresi bisa merupakan literal, variabel yang lain atau sebuah ekspresi yang terdiri atas operator dan fungsi. Jika nilai inisial/awal tidak diberikan, maka suatu variabel akan diberikan nilai NULL untuk nilai inisialnya.
Contoh untuk data karakter:
alamat VARCHAR2(20);
kodepos CHAR(5) := ‘40257’;
Contoh untuk tipe data number:
gaji NUMBER(7,2);
jumlah NUMBER NOT NULL := 0;
Contoh untuk tipe data tanggal:
alamat VARCHAR2(20);
kodepos CHAR(5) := ‘40257’;
Tanda := dipakai untuk menugaskan (assign) nilai kepada suatu variabel. Nilai inisial/awal atau disebut juga nilai default adalah nilai yang diberikan pada saat awal variabel tersebut dideklarasikan.


Pendeklarasian Konstanta
Sintaks:
Identifier CONSTANT typedate[(presisi,skala)] := ekspresi;
Contoh:
pi CONSTANT NUMBER(9,2):=3.14;
Atribut Variabel
Jika menggunakan variabel yang menampung nilai dari suatu kolom dari suatu tabel, maka sebaiknya menggunakan atribut variabel. Hal ini untuk menghindari terjadinya kerepotan seperti: user harus melihat struktur tabel yang terkait terlebih dahulu untuk memberikan tipe data yang cocok. Selain itu jika terjadi tipe data kolom maka deklarasi variabel tersebut harus diubah juga.
Atribut variabel berfungsi untuk memberikan tipe data yang sama dengan tipe data suatu kolom dari suatu tabel. Atribut variabel juga dapat digunakan untuk tipe data record. Dengan demikian, atribut variabel ada dua. Untuk atribut kolom digunakan %TYPE, sedangkan untuk atribut record gunakan %ROWTYPE. Cara penggunaannya ditunjukkan berikut ini:

[schema.]table.column%TYPE;

<cursor_name|[schema.]table>%ROWTYPE;

Sebagai contoh, varaiabel v_nama mempunyai tipe data yang sama dengan kolom nama pada tabel pegawai. Deklarasi variabel tersebut dapat dituliskan seperti ini:

v_nama mahasiswa.nama%type;

Selain dapat digunakan untuk variabel record, atribut %ROWTYPE bisa dipakai pada variabel cursor. Dan untuk mengakses baris-baris pada cursor atau record tersebut digunakan format nama_var.COLUMN.
Contoh:

pgw_rec pgw_cur%rowtype;

Menugaskan Nilai ke Dalam Variabel
Sintaks:

identifier := ekspresi;

Dimana identifier adalah nama variabel target, atau field untuk menerima nilai dari ekspresi. Sedang ekspresi mungkin berupa literal, nama variabel lain yang sudah ada, atau suatu ekspresi yang cukup kompleks yang diperlukan untuk menentukan suatu nilai yang akan ditugaskan.
Contoh:
v_jumlah := 0;


Pernyataan For - Loop
Struktur pengulangan For digunakan untuk menghasilkan pengulangan sejumlah kali tanpa penggunaan kondisi apapun. Stuktur ini menyebabkan aksi diulangi sejumlah beberapa kali (tertentu). Bentuk umum struktur for ada dua macam yaitu : menaik (ascending) atau menurun (descending). Sintaksnya sebagai berikut :
FOR counter IN [REVERSE] i_terendah .. i_teratas LOOP
      Baris perintah
END LOOP;
Perintah FOR-LOOP melakukan iterasi selama nilai COUNTER berada dalam range nilaii_terendah dan i_teratas. Pada FOR-LOOP, counter tidak perlu dideklarasikan. Penggunaan kata kunci RESERVE akan menyebabkan nilai counter dimulai dari i_teratas ke i_terendah. Dua titik antara i_terendah dan i_teratas merupakan operator rentang nilai. i_terendah maupun i_terkecil bisa berupa nilai integer ataupun variabel yang bernilai integer yang sudah dideklarasikan sebelumnya. i_upper harus lebih besar dari i_lower dan jika tidak maka iterasi tidak akan dilakukan.
Contoh:

BEGIN
FOR vno IN 1..10 LOOP
insert into coba(no) values vno;
dbms_output.put_line('Hasil looping ke- '||x);
END LOOP;
END;

BEGIN
FOR vno IN REVERSE 1..10 LOOP
insert into coba(no) values vno;
dbms_output.put_line('Hasil looping ke- '||x);
END LOOP;
END;







Ruang Lingkup Pernyataan FOR – LOOP
Contoh :

DECLARE
  ctr INTEGER; -- global variable
BEGIN
  ...
  FOR ctr IN 1..25 LOOP
...
IF ctr > 10 THEN ... -- refers to loop counter
END IF;
  END LOOP;
END;

Source :
http://dianayun30207013.blogspot.com/2011/01/pengenalan-plsql-dan-tipe-data.html

My Profile Banner

Waiting

Daisypath Happy Birthday tickers PitaPata Dog tickers Daisypath Christmas tickers