Jumat, 02 Maret 2012

Letters to Juliet


Dear Claire, “What” and “If” are two words as non-threatening as words can be. But put them together side-by-side and they have the power to haunt you for the rest of your life: What if? What if? What if? I don’t know how your story ended but if what you felt then was true love, then it’s never too late. If it was true then, why wouldn’t it be true now? You need only the courage to follow your heart. I don’t know what a love like Juliet’s feels like: love to leave loved ones for, love to cross oceans for, but I’d like to believe if I ever were to feel it, that I’d have the courage to seize it. And Claire, if you didn’t, I hope one day that you will. All my love, Juliet

Hello guys, lama ya ga posting. Hehehe... Biasa lah, anak sekolah itu kerjaannya sibuk. Kali ini aku ingin bercerita tentang film yang aku tonton. Judulnya Letters to Juliet. Film ini bercerita tentang Sophie yang menemukan surat yang ditulis 50 tahun lalu. Pencarian bermula ketika Sophie Hall seorang pemeriksa fakta yang bekerja di majalah the New Yorker mengadakan perjalanan pra bulan madu bersama Victor, tunangannya yang bekerja sebagai seorang chef ke Verona, Italia. Sayangnya dalam perjalanannya, Victor lebih sibuk dengan urusannya sendiri mencari pemasok bagi restoran miliknya yang akan segera dibuka.
Terpaksa, Sophie harus menikmati liburan sendirian. Akhirnya Sophie sampai ke rumah yang dulunya menjadi tempat tinggal Juliet Capulet, tokoh dalam novel tragedi Romeo and Juliet, karya William Shakespeare dan membawanya bertemu dengan sekelompok perempuan yang menamakan diri sebagai Sekretaris Juliet.
Sekretaris Juliet bekerja untuk membalas surat-surat yang ditulis oleh para gadis yang sedang mengalami masalah percintaan. Dengan menulis surat kepada Juliet dan menempelkan di dinding rumahnya, mereka berharap mendapat inspirasi dan keajaiban untuk kisah cinta mereka.
Untuk mengisi kekosongan, Sophie yang akhirnya terlibat dengan kelompok tersebut dan secara tak sengaja menemukan sepucuk surat yang ditulis oleh Claire. Sophie pun membalas surat itu. Ternyata, surat balasan tersebut menginspirasi Claire untuk mencari Lorenzo, cinta sejatinya yang ia tinggalkan 50 tahun yang lalu.
Bersama dengan cucunya, Charlie, Claire terbang dari London menuju ke Italia dan bertemu dengan Sophie. Charlie sempat menumpahkan kekesalannya terhadap Sophie yang penyebab perjalanan jauh mereka. Dia menganggap perjalanan sang nenek adalah sia-sia.
Setelah beberapa waktu melalui kebersamaan, kekesalan Charlie berubah menjadi rasa suka. Namun ia tak berani mengungkapkan kepada Sophie, karena sadar jika gadis pujaannya tersebut telah bertunangan.
Apakah Claire menemukan Lorenzo? Lalu bagaimana kisah cinta Charlie dan Sophie selanjutnya. Haruskah mereka menunggu lama untuk bersatu, seperti yang pernah terjadi pada sang nenek?
Ingin tahu kelanjutannya? Tonton film ini ya guys :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

My Profile Banner

Waiting

Daisypath Happy Birthday tickers PitaPata Dog tickers Daisypath Christmas tickers